“RASO Experience and Education Space” Siswa SMAN 1 Banyuwangi ciptakan Inovasi Wisata Dapur Interaktif Berbasis Budaya Osing dengan Pengalaman Edukatif dan Imersif  dalam Ajang FIKSI 2026

Web Resmi SMA Negeri 1 Banyuwangi (PRABANGKARA MANDALA ADHITAMA)

“RASO Experience and Education Space” Siswa SMAN 1 Banyuwangi ciptakan Inovasi Wisata Dapur Interaktif Berbasis Budaya Osing dengan Pengalaman Edukatif dan Imersif  dalam Ajang FIKSI 2026

SMAN 1 BANYUWANGI – Guna mengantisipasi lunturnya kecintaan generasi muda terhadap kuliner tradisional akibat maraknya tren makanan modern dan cepat saji, siswa SMAN 1 Banyuwangi Alfa Darius Syarif dan Shifa Kayla Ramadhani dalam ajang FIKSI (Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia) meluncurkan sebuah inovasi dengan menghadirkan “RASO Experience: Wisata Dapur Interaktif Berbasis Budaya Osing”, sebuah program edukatif dan imersif yang memadukan teknologi, kebudayaan lokal, dan seni memasak.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan para siswa terhadap anak muda zaman sekarang yang lebih familiar dengan makanan kekinian dibanding kuliner khas Banyuwangi. Jika terus dibiarkan, pengetahuan sejarah, nilai budaya, dan filosofi pengolahan makanan tradisional khas Osing terancam punah dan tidak diwariskan ke generasi berikutnya.

“RASO Experience” hadir menjadi solusi konkret. Workshop interaktif ini dirancang khusus untuk mengubah paradigma belajar memasak menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan. Peserta tidak hanya diajak mengolah bahan makanan di dapur, tetapi juga diajak mengenali asal-usul dan filosofi mendalam yang terkandung di balik setiap hidangan tradisional Banyuwangi.

Uniknya, proses pengenalan materi kuliner Nusantara dalam workshop ini didukung oleh teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif. Setelah mendapatkan visualisasi berbasis AR, para peserta langsung diarahkan untuk mempraktikkan cara memasak dengan pendampingan intensif dari tim. Metode ini memastikan proses belajar berlangsung terarah, aman, dan memberikan pengalaman yang jauh lebih bermakna karena keterlibatan langsung peserta.

Integrasi kuat antara edukasi budaya, praktik langsung, dan pemanfaatan teknologi modern menjadi keunggulan utama dari inovasi buatan siswa SMAN 1 Banyuwangi ini. Memasak kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai keterampilan dapur biasa, melainkan bertransformasi menjadi sarana strategis untuk mengenal sejarah dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Selain berfokus pada misi pelestarian budaya, inovasi program ini juga dinilai memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Skema “RASO Experience” dirancang fleksibel sehingga dapat diterapkan di lingkungan sekolah, komunitas, pusat edukasi, hingga sektor destinasi wisata sebagai daya tarik berbasis budaya.

Program ini telah kolaborasi dan mendapat dukungan dari para pelaku UMKM penyedia bahan kuliner, Pemerintah Daerah Kemiren, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Jebeng Thulik serta industri kreatif lainnya. Inovasi ini juga melibatkan Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Jember, Ketua POKDARWIS Desa Kemiren, Dosen Teknik Informatika Politeknik Negeri Banyuwangi sebagai validator produk dan media. Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.

Melalui perpaduan apik antara tradisi dan teknologi, inovasi dari siswa SMAN 1 Banyuwangi ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk kembali melirik, mencintai, dan menjaga kuliner tradisional sebagai identitas bangsa di tengah gempuran modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *